Selasa, 08 Agustus 2017

Karang Taruna Desa Nyabakan Barat : Media Aspirasi Kaula Muda



“Beri aku 1000 orang tua niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncang dunia”(soekarno)

Generasi muda nantinya akan menjadi tunas harapan dan modal pembangunan bangsa. Sudah semestinya generasi muda dikatakan sebagai aset yang penting bagi kehidupan dan keberlangsungan sebuah negara. Pemuda merupakan penentu keberhasilan sebuah negara kedepannya, karena peran pemuda yang sangat fundamental. United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) mendefinisikan pemuda sebagai “a period of transition from the dependence of childhood to adulthood’s independence and awareness of our interdependence as members of a community”. Dalam hal ini UNESCO mengartikan pemuda adalah mereka yang sedang menjalani transisi dari masa kanak-kanak menuju periode ketika mereka dituntut untuk menjadi lebih mandiri dan independen. Pada periode tersebut, mereka juga diharapkan untuk memiliki kepekaan sebagai bagian dari masyarakat tempatnya beraktivitas. Salah satu wujud kepekaan yakni sebagai kontrol sosial dimana peran pemuda untuk mencegah serta mengajak dan mengarahkan masyarakat untuk bersikap sesuai norma serta diharapkan mampu meminimalisir penyimpangan sosial.
Salah satu organisasi masyarakat yang menampung aspirasi dan melibatkan generasi muda atau kaula muda yaitu Karan Taruna. Selain menjadi wadah untuk aspirasi Karang Taruna juga sebagai wadah penanaman rasa kebangsaan secara nasional, pengembangan potensi diri dan merupakan oraganisasi yang bergerak dalam bidang kesejahteraan sosial. Organisasi Karang Taruna ini sudah menyebar disetiap penjuru Indonesia tak terkecuali di desa Nyabakan Barat (Kawalod, 2015: 1-3).  Karang Taruna didesa Nyabakan Barat berdiri dan diresmikan pada tanggal 14 Oktober 2016 yang dihadiri oleh kepala desa, kepala kecamatan, serta wakil bupati. Ide awalnya berasal dari inisiatif beberapa pemuda yang muncul sejak tahun 2015, selain karena letak geografis didesa Nyabakan Barat yang cukup luas, hubungan pemuda antar kampung yang tidak saling mengenal jadi keinginan untuk menyatukan dan mengakrabkan para pemuda antar kampung didesa Nyabakan Barat, hal inilah yang menjadi salah satu alasan berdirinya Karang Taruna di desa Nyabakan Barat. Tujuan pertama berdirinya Karang Taruna ini setidaknya para pemuda di Nyabakan Barat saling mengenal dan menjalin silaturahmi, dari situlah berkembangnya ide-ide tentang kesejahteraan sosial. Saat ini didalam Karang Taruna terdapat beberapa bidang seperti bidang ekonomi kreatif, bidang olahraga serta bidang keagamaan. Sumber keuangan Karang Taruna sendiri berasal dari desa dan juga ada uang kas setiap minggunya.

Saat ini anggota Karang Taruna berjumlah 36 anggota dari semua dusun yang ada di Nyabakan Barat, yang mulanya pada awal berdiri hanya beranggotakan 16 anggota. Namun dengan inisiatif para anggota dengan cara setiap anggota membawa 5 kader untuk bergabung sehingga anggota bertambah mulai dari siswa SMA sampai yang sudah sarjana. Karena masih terbilang organisasi baru maka program kerja yang masih belum menetap jadi bersifat insidental. Saat ini program yang sudah terlaksana selama berdirinya Karang Taruna adalah maulid Nabi ke dusun-dusun dan juga membantu janda rentan yang kekurangan, namun untuk program kedepannya Karang Taruna menginginkan fokus pada kesejahteraan masyarakat dan juga bergerak dalam bidang usaha yang bisa memberikan pekerjaan bagi para pemuda yang tidak melanjutkan sekolah dan memberikan impact bagi masyarakat sekitarnya. 

0 komentar: