Selasa, 08 Agustus 2017

Kenali Bahasa Nusantara Kita (Tingkat Tutur Bahasa Madura)



Bahasa Madura adalah bahasa yang digunakan oleh suku madura, baik yang tinggal di Pulau Madura maupun di luar pulau tersebut. Kedudukan Bahasa Madura sebagai bahasa daerah yang berfungsi sebagai lambang kebanggaan daerah, lambang identitas, dan alat penghubung didalam keluarga dan masyarakat daerah. Ujung timur pulau jawa atau dikawasan yang disebut kawasan tapal kuda yang terbentang dari Pasuruan, Probolinggo, Jember, sampai Banyuwangi, Kepulauan Masalembo, Hingga Pulau Kalimantan yang juga ditempati oleh masyarakat madura. Bahasa Madura memiliki beberapa dialek, diantaranya dialek Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep dan Kangean. Dialek yang lainnya merupakan dialek rural yang telah tercampur dengan dialek-dialek dari bahasa lainnya.
Keberagaman dialektika dan tutur urutan bahasa yang digunakan oleh masyarakat pulau madura memiliki suatu perbedaan baik dari pengucapan, intonasi, pemakaian kata serta makna dari setiap ucapan bahasa yang digunakan oleh masing-masing Kabupaten yang ada di Pulau Madura. Dari setiap pengucapan atau dialek yang di gunakan oleh setiap Kabupaten di Pulau Madura hanya Kabupaten Sumenep yang memiliki makna bahasa yang sangat halus karena sifat kekerajaan Madura di Sumenep masih di junjung tinggi keberadaannya. Bahasa Madura dalam pengucapan sehari-hari memiliki tingkat tutur bahasa yang menyesuaikan dengan status sosial masyarakatnya.Variasi tingkat tutur bahasa ini dapat kita jumpai di Kecamatan Batang-Batang Desa Nyabakan Barat. Menurut Muhni (45) sebagai salah satu warga Desa Nyabakan Barat memaparkan bahwasan masyarakat Desa Nyabakan Barat dalam sehari-harinya menggunakan tutur kata yang berbeda diantaranya bahasa enje’-iya, engghi-enten dan engghi-bhunten.
Keberagaman variasi tingkat tutur kata bahasa yang digunakan oleh masyarakat Desa Nyabakan Barat memiliki makna yang berbeda antara satu dengan yang lain sebagai berikut :
1.      Tutur Kata Enje’-Iya, lebih dominan digunakan oleh masyarakat yang memiliki kelas atau status sosial yang sama serta status tingkat dari tinggi ke bawah seperti halnya orang tua kepada anak dan memiliki tingkat keakraban yang tinggi seperti halnya teman akrab dan yang mimiliki sifat homogen. Tutur kata enje’-iya merupakan salah satu tutur kata yang digolongkan dalam tingkat pengucapan kasar akan tetapi tutur kata enje’-iya ini termasuk tutur kata yang paling cepat untuk saling kenal dan mengenal antara satu dengan yang lain.
2.      Tutur Kata engghi-enten, merupakan tutur kata yang digolongkan dalam pengucapan kategori sedang, Artinya tutur kata ini sering digunakan dalam sehari-hari oleh orang tua ke yang lebih muda/ anak atau guru kepada siswa. Kata lain tutur kata ini juga digunakan oleh kalangan masyarakat yang masih tahap belajar menggunakan bahasa halus.
3.      Tutur Kata engghi-bhunten, merupakan tutur kata yang digolongkan dalam kategori bahasa halus, artinya tutur kata ini sering diucapkan oleh kalangan status rendah ke tingkat yang tinggi seperti halnya anak kepada orang tua, murid/ santri kepada guru/ kiyai dan lain sebagainya. tutur kata engghi-bhunten merupakan salah tutur bahasa yang dibilang sebagai bahasa kramat atas kesucian makna dari setiap kata-kata yang diucapkan.

Dari penjelasan diatas setiap pembagian tingkat tutur kata bahasa yang sering digunakan oleh masyarakat Desa Nyabakan Barat merupakan sebagai bukti bahwasannya Pulau Madura kaya akan bahasa, kaya akan makna kata serta luas dengan wawasan sebagai jembatan untuk menghubungkan antar stratifikasi sosial satu dengan yang lain.

0 komentar: