Kamis, 10 Agustus 2017

Makanan Tradisional Masyarakat

Makanan merupakan produk pangan yang siap hidang atau yang langsung dapat dimakan. Makanan biasanya dihasilkan dari bahan pangan setelah terlebih dahulu diolah atau dimasak (Soekarto 1990). Sedangkan, makanan tradisional merupakan makanan (termasuk jajanan) dan minuman serta bahan-bahan campuran (ingredient) yang secara tradisional telah digunakan dan berkembang di daerah atau masyarakat Indonesia.
            Dalam pembuatan makanan tradisional peranan budaya sangat penting, yaitu berupa keterampilan, kreativitas sentuhan seni, tradisi dan selera. Semakin tinggi budaya manusia, maka semakin luas variasi betuk makanandan semakin kompleks cara pembuatannya serta makin rumit cara penyajiannya. Makanan tradisional secara umum terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, termasuk sayuran yang selalu dimakan mendampingi makanan poko dan makanan selingan atau kedapan, di samping buah-buahan.
            Kabupaten Sumenep, khususnya Kecamatan Batang-batang mempunyai keragaman makanan tradisional. Baik makanan utama maupun makanan ringan atau snack. Bahan-bahannya juga beragaman esuai dengan sumber daya alam yang tedapat pada daerah tersebut. Salah satu makanan tradisional yang terdapat di Batang-batang tepatnya Desa Nyabakan Barat yaitu lempok dan pokak. Lempok terbuat dari bahan dasar singkong. Sedangkan, pokak terbuat dari bahan dasar air siwalan.
Lempok
            Lempok merupakan salah satu makan khas Desa Nyabakan Barat yang terbuat dari singkong. Bahan yang digunakan yaitu singkong atau ketela, parutan kelapa atau nyiur (bahasa madura dari kelapa), kacang jalar dan garam. Cara pembuatannya :
1.      Memilih singkong yang besar (berdaging banyak)
2.      Mengupas dan mencuci singkong
3.      Mengukus singkong ±30 menit
4.      Menumpuk singkong sampai halus
5.      Memarut kelapa atau nyiur
6.      Menambahkan tumbukan singkong dengan parutan kelapa atau nyiur
7.      Lempok siap disajikan



Pokak
            Pokak merupakan salah satu minuman yang biasa dikonsumsi masyarakat Desa Nyabakan Barat. Biasanya dikonsumsi ketika sedang ada kerja bakti, tahlilan maupun sehari-hari. Minuman ini terbuat dari bahan dasar siwalan. Bahan yang digunakan yaitu air siwalan, gula merah dan es bila dibutuhkan. Cara pembuatannya yaitu:
1.      Merebus air siwalan sampai setengah matang
2.      Melarutkan gula merah dengan air panas
3.      Menuangkan larutan gula merah pada gelas kemudian ditambahkan dengan air siwalan yang telah direbus
4.      Minuman dapat disajikan (dapat diminum dalam keadaan hangat maupun dingin dengan ditambahkan es batu)

Makanan lempok dan minuman pokak hanya terdapat di daerah sekitar Batang-batang. Makanan hanya ditemukan di Desa Nyabakan Barat dan jarang ditemukan di pasar. Karena makanan tersebut hanya dibuat oleh masyarakat sediri sehingga pengenalan ke masyarakat luar jarang mengetahui dan hampir tidak mengetahui. Sehingga makanan tersebut dapat dikatakan sudah langkah. Hanya ditemukan di daerah tertentu. Seperti di Desa Nyabakan Barat dan sekitarnya.


0 komentar: