Senin, 07 Agustus 2017

Pencak Silat Pagar Nusa

Kegiatan Ekstra di Yayasan As-Sidiqqi Desa Nyabakan Barat Kab.Sumenep



Pencak silat adalah suatu seni bela diri tradisional yang berasal dari Nusantara. Seni bela diri ini secara luas dikenal di IndonesiaMalaysiaBrunei, SingapuraFilipina Selatan, dan Thailand Selatan, sesuai dengan penyebaran suku bangsa Melayu Nusantara. Induk organisasi pencak silat di Indonesia adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Organisasi yang mewadahi federasi-federasi pencak silat di berbagai negara adalah Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa (Persilat). Pencak silat adalah olahraga bela diri yang memerlukan banyak konsentrasi. Ada pengaruh budaya Cina, HinduBudha, dan Islam. Setiap daerah di Indonesia mempunyai aliran pencak silat yang khas. Olahraga pencak silat ini juga sudah dipertandingkan di skala internasional.
Perkembangan silat secara historis mulai tercatat ketika penyebarannya banyak dipengaruhi oleh kaum penyebar agama Islam pada abad ke-14 di Nusantara. Kala itu pencak silat diajarkan bersama-sama dengan pelajaran agama di surau atau pesantren. Silat menjadi bagian dari latihan spiritual. Pencak Silat adalah hasil budaya manusia untuk membela/mempertahankan eksistensi (kemandirian) dan integritasnya (manunggalnya)  terhadap lingkungan hidup/alam sekitarnya untuk mencapai keselarasan hidup guna meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Seperti halnya awal mula diadakannya kegiatan/exstra silat di Yayasan As-Sidiqqi yang mulai berdiri sejak tahun ajaran baru ditahun 2017 ini. Dengan anggota aktif sebanyak 32 orang/siswa. Awal mula didirikan siswa kurang seberapa minat, karena ketika ada semacam perlombaan/pertandingan mereka tidak diizinkan ikut. Karena aliran yang diajarkan berbentuk kungfu. Sedangkan kungfu sendiri merupakan persilatan papan atas di dunia dan bukan pertandingan ilegal. Oleh karena itu perlu diasah lagi, mereka yang memiliki keahlian agar tidak malas untuk berlatih. Dengan tidak adanya pendaftaran khusus bagi mereka yang ingin bergabung dalam exstra silat ini. Cukup dengan membayar kas rutin sebesar Rp 2.000,00 disetiap pertemuannya, yang nantinya uang kas itu kembali kepada mereka untuk pembelian seragam.
Pencak silat ini berjenis kungfu tapi ikut di Pagar Nusa, dan sudah ranting ke Sumenep. Alasan kenapa ikut nama di Pagar Nusa yaitu agar tau info-info setiap ada perlomba-an atau semacam acara Agustus-an yang sering diadakan di desa Nyabakan Barat ini. Alasan terpenting yaitu agar diakui dan segera bisa diresmikan. Namun teknis yang dijalankan tetap teknik kungfu. Jenis pencak silat lainnya yang ada di desa Nyabakan Barat ini ada juga dengan bernama “Walet Hitam” (dari yayasan Al-Badawi).
Pecak silat Pagar Nusa di Yayasan As-Sidiqqi belum pernah mengikuti turnamen, karena masih permulaan belajar di 1 jurus dengan 4 gerakan. Rencana mengikuti turnamen baru dibulan ke-sembilan yaitu bulan September ini. Pencak silat ini dikembangkan oleh santri yang belajar bersama Taishin, Taishin ini adalah mahaguru silat yang berasal dari negeri China dan tahun 1987 baru masuk ke Madura untuk menerapkan ilmu silatnya. Taishin adalah seorang mualaf yang menikah dengan istrinya orang Madura asli desa Legung Barat. Kemudian ilmu Taishin ini diturunkan ke bapak Abd Rahman, lalu keterunan ketiganya yaitu santri-santrinya sendiri bernama Mas Abu Awi yang sekarang menjadi ketua pelatih silat di yayasan As-Sidiqqi ini. Mas Abu mengajak 5 temannya yang lain untuk mengajarkan ilmunya, diantaranya ada Mas Kholil, Mas Antimo, Mas Ubay, Mas Qholil, dan Mas Didi.
Exstra silat ini dilakukan setiap malam Jum’at setelah isya’. Sebelum latihan silat siswa di wajibkan membaca do’a dan syahadad terlebih dahulu, agar tidak ada perbuatan jahat yang ikut masuk kedalam ilmu silatnya. Tujuan silat ini adalah untuk membentuk akhlaq yang baik dan kesopanan terhadap orang tua yang paling utama.

Disini ada beberapa jurus dengan 8 gerakan silat, diantaranya :
1.      Satria
2.      Gendhewa
3.      Kuntul
4.      Cakar
5.      Tendangan maut
6.      Slendang
7.      Toya
8.      Limau ganda.

Apabila semua jurus sudah mahir, maka bagian akhir yaitu kerohanian dan kebatinan yang nantinya harus diterapkan dengan benar sesuai syariat islam tentunya. 4 aspek utama yang ada dalam pencak silat diantaranya yaitu : aspek mental spiritual, aspek seni budaya, aspek bela diri, aspek olah raga. 
Nilai positif dari pencak silat itu sendiri yang akan diperoleh adalah:
a.       Kesehatan dan kebugaran;
b.      Membangkitkan rasa percaya diri;
c.       Melatih ketahanan mental;
d.      Mengembangkan kewaspadaan yang tinggi;
e.       Membina sportifitas dan jiwa ksatria;
f.        Disiplin dan keuletan yang lebih tinggi.


REFERENSI :
Ø   http://nurfendia.blogspot.co.id/2012/07/artikel-pencak-silat.html
Ø  Ustad Matashan (ketua yayasan As-Sidiqqi)
Ø  Mas Abu Awi (pelatih silat di yayasan As-Sidiqqi)

0 komentar: