Selasa, 08 Agustus 2017

Pengajian Rutin (Penghubung Tali Silaturrahmi Warga Desa Nyabakan Barat)



Pengajian menurut bahasa berasal dari kata kaji yang berarti membaca. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia pengajian berarti proses pengajaran agama Islam dan penanaman norma agama melalui dakwah. Pengajian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mendapat kemuliaan dari Allah SWT sekaligus mempererat tali silaturrahmi antar warga. Selain itu, tujuan dari pengajian itu sendiri adalah sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada yang makruf dan menjauhi yang munkar.
                 Pada umumnya, pengajian merupakan pengajaran agama Islam dengan menanamkan norma – norma agama melalui media tertentu seperti ceramah dan tafsir Al – Quran. Pada setiap pengajian, terdapat materi yang disampaikan secara tersirat maupun tersurat. Materi – materi tersebut diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yaitu :
1. Aqidah. Aqidah artinya ketetapan yang tidak ada keraguan pada orang yang mengambil keputusan. Secara garis besar, aqidah mencakup tentang masalah – masalah yang berhubungan dengan rukun iman.
2. Syariat. Syariat berhubugan erat dengan amal perbuatan dalam rangka mentaati semua peraturan – peraturan yang telah ditetapkan oleh Allah untuk mengatur hubungan manusia dengan penciptanya maupun hubungan antara manusia dengan manusia lainnya.
3. Akhlak. Akhlak merupakan tingkah laku yang menjadi pelengkap keimanan dan keislaman seseorang.
                 Desa Nyabakan Barat termasuk salah satu desa yang menjunjung tinggi nilai – nilai keagamaan. Hal tersebut dapat terlihat dari antusiasme warga yang cukup besar saat memperingati hari – hari kebesaran Islam dan besarnya minat para remaja desa untuk memperdalam ilmu agamanya dengan terus mengeyam pendidikan di Madrasah.

                 Selain itu, warga desa Nyabakan Barat juga masih rutin mengadakan pengajian, seperti pengajian antar dusun, pengajian muslimat, pengajian yasinan, dan pengajian yang dilaksanakan setiap hari jumat pukul 15:00 WIB. Pengajian tersebut diadakan di rumah – rumah warga secara bergantian, kecuali pengajian yang diadakan setiap hari jumat dilaksanakan di Masjid Baitul Haalim. Seperti yang dipaparkan oleh ibu Horriyatun, pengajian rutin hari jumat diikuti oleh kurang lebih 70 orang warga. Isi dari kegiatan pengajian diantaranya meliputi pembacaan tahlil, pembacaan surat Yaasin, dan pembacaan Sholawat Nariyah. Serta tambahan pembacaan kitab yang dipimpin langsung oleh Kiai Junaidi.

0 komentar: