Selasa, 08 Agustus 2017

Potensi Sumber Daya Alam (SDA) Desa Nyabakan Barat



Sumber daya alam adalah unsur lingkungan yang terdiri atas sumberdaya alam hayati, sumberdaya alam non hayati dan sumberdaya buatan, merupakan salah satu aset yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Sebagai modal dasar pembangunan sumberdaya alam harus dimanfaatkan sepenuh-penuhnya tetapi dengan cara-cara yang tidak merusak, bahkan sebaliknya, cara-cara yang dipergunakan harus dipilih yang dapat memelihara dan mengembangkan agar modal dasar tersebut makin besar manfaatnya untuk pembangunan lebih lanjut di masa mendatang.
Berdasarkan Undang-undang No.4 Tahun 1982 Pasal (5). Sumber Daya Alam (SDA) adalah unsur lingkungan hidup yang terdiri dari sumber daya manusia, sumber daya hayati, sumber daya non-hayati, serta sumber daya buatan.
Madura adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah Timur Laut Pulau Jawa. Pulau Madura termasuk dalam provinsi Jawa Timur. Luasnya mencapai 64.887 Kilometer Persegi. Lebih kecil daripada pulau Bali, dengan penduduk hampir 4 juta jiwa.
Saat ini, yang di kenal masyarakat luas dari Madura adalah garamnya. Sebutan lain dari pulau Madura adalah pulau garam. Hal itu di karenakan Madura berperan besar dalam memenuhi kebutuhan garam negara ini. Okezone merangkum bahwa Madura mampu menyumbang 70% dari kebutuhan garam konsumsi nasional.
Tidak hanya potensi garamnya, Madura memiliki potensi kakayaan SDA di sektor minyak dan gas bumu (migas). Migas di pulau Madura tersebar di empat kabupaten yakni Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Kabupaten Sumenep. Hal ini pernah disampaikan oeleh Ketua Umum Himpunan Generasi Muda Madura (Higemura) Muhlis Ali di Bangkalan pada 16 Februari 2014.
Selain mempunyai potensi garam dan potensi migas, Madura juga memiliki kekayaan alam berupa kelapa dan siwalan yang belum tereksploitasi dan belum termanfaatkan secara maksimal. Tepatnya di desa Nyabakan Barat Kec. Batang-batang, Sumenep. Di desa yang terdiri dari 6 dusun ini, hampir setiap warganya memiliki pohon kelapa dan siwalan. Sekalipun beberapa dari mereka tidak memiliki kebun berukuran luas yang khusus ditanami pohon kelapa dan siwalan, mereka memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah untuk ditanami pohon tersebut.
Menanam kelapa dan siwalan merupakan salah satu sumber mata pencaharian warga desa Nyabakan Barat. Hasil panen kelapa dan siwalan langsung dijual kepada penadah dalam bentuk asli atau tanpa diolah. Hasil dari penjualan kelapa dan siwalan tersebut masih sangat rendah jika dibandingkan dengan proses penanamam kelapa dan siwalan hingga proses panen oleh petani kelapa dan siawalan.
Minimnya pengetahuan dan keterbatasan alat, membuat petani kelapa dan siawalan menjual hasil panen tanpa dijadikan olahan terlebih dahulu. Keinginan petani kelapa dan siwalan yang langsung ingin menikmati hasil jugalah yang membatasinya. Kelapa dan siwalan bisa diolah menjadi berbagai macam olahan. Seperti contoh; berbagai macam makanan dan minuman. Tidak hanya buahnya saja, akan tetapi daun dan batangnya pun bisa di olah menjadi sesuatu yang bernilai jual tinggi.

Perlu adanya perhatian Pemerintah Madura akan hal ini, supaya hasil SDA di Desa Nyabakan Barat, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep ini pemanfaatannya bisa lebih optimal lagi. Tidak berpaku pada garam dan migas saja, kelapa dan siwalan juga bisa bernilai jual tinggi dan juga bisa menjadi konsumsi nasional bahkan internasional jika diolah secara tepat dan maksimal.

0 komentar: